blogué :: blog-é wông gragé

15 April 2008

Ditelepon Batur Lawas

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Cerbonan, pukul 14:15

sing_buriNembé baé batur lawas kita nelepon sing Batam. Arané Ahmad Jamal. Bari gemuya-gemuyu tak jawab telepon sing déwéké, sabab kita bli nyangka bakalan ditelepon. Awité sih ning milis Smanda Gragé déwéké nakon nomer telepon. Kontan baé tak jawab. Wis suwe pisan kita langka kontak.

“Ente mendi bae?” takon deweke. “Wis pragat tah master-é?”. Jamal wis duwé bocah loro. Wis dadi wong sukses. Terus tak inget-inget, wis suwé pisan. Ana patang taunan langka kabaré. Terakhir déwéké dolan ning Cipto. Kita gé wis suwé bli ngomong cerbonan. Rada kagok, tapi nyenengaken. Wis ah, angel nyritaaken obrolan mau. Ari nulis mengkenenan, jadi inget jogrégan-é Lamsijan ning PR-Edisi Cirebon. Mendi parané sekiyen ya? Wis wassalaam tah? Atanapi masih ana?

Boca-boca Ansadela 1993-1994, pada mendi kabeh?

nb. Foto kita sing buri lagi nerima telepon

20 March 2008

Distal Phalanx

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 20:27

Sejak Jum’at pekan yang lalu saya sangat ingin membeli gitar. Sudah sibuk mencari dan membanding-bandingkan harga dalam tiga hari berikutnya . Berlama-lama di Musik Schlaile dan hampir saja membeli sebuah gitar elektro-akustik di Zupfgeige, namun akhirnya diputuskan, saya akan memesan sebuah Ibanez dari toko alat musik online besok pagi.

Keesokan harinya saya mengalami musibah yang membuat patah ruas tulang distal pada jari tengah tangan kiri. Kecerobohan di tempat kerja. Dan dokter memperkirakan jenis fraktur seperti ini sembuh dalam tiga minggu. Keinginan membeli gitar pun serta merta hilang. Setidaknya mungkin dalam tiga minggu, sebab distal phalanges menjadi salah satu bagian terpenting jika ingin bermain gitar.


Röntgen 1 the finger

Maaf, gambar kedua bukan the finger.

4 March 2008

kepada T

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 17:09

adikku tersayang
pergi menjemput mimpi di negeri seberang
membunuh setiap detik kesepian
nikmati asam manis kenyataan
hey! kita sudah di usia tiga puluh-an
ingat yang selalu mama katakan
menjaga kau siang dan malam

seperti hujan februari
di saat kau berhari jadi
ingatanku padamu lagi
jika kau harus kembali
melangkahlah sepenuh hati
ini bukan soal bakti pada ibu pertiwi
tapi dimana kau dapat membumi

kau masih adikku sayang
pulang lah pulang
hanya aku, si anak yang hilang

: masih dinginkah Karlsruhe-mu?

-puisi dari kakakku tersayang-

4 January 2006

Bakat dan Psikologi Positif

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 10:33

Talent, lying in the understanding, is often inherited; genius, being the action of reason or imagination, rarely or never (Samuel Taylor Coleridge 1772 - 1834)

Saya baru saja mengisi tes pemetaan bakat/talent mapping (versi Beta) dari Abah Rama. Menurut beliau, tes ini masih dalam pengembangan. Mudah-mudahan segera bisa diluncurkan, sehingga Anda bisa ikut menikmatinya. Tentu saja, bakat di sini tidak ada hubungannya dengan ramalan bintang ataupun garis tangan. :)

Bagi saya, orang cerdas adalah orang yang mampu mendayagunakan bakatnya. Untuk mampu mendayagunakan bakat, seseorang harus tahu dulu apa bakatnya. Samuel Taylor Coleridge, seorang penyair dan filosof Inggris, mengatakan bahwa bakat adalah persoalan memahami.

Kalau kita mengambil kata talent untuk menjelaskan kata bakat, maka ia memiliki makna kemampuan khusus, kecakapan atau gift dari seseorang. Atau dari wiktionary kita mendapatkan pengertian: the potential or factual ability to perform a skill better than most people. Kata talent sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani “Τάλαντο” yang berarti seimbang atau bobot. Baca lanjutannya…

31 December 2005

Selamat Tinggal Ruppertsecken!

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 10:17

Kemarin sore, saya kembali pulang ke Karlsruhe. Setelah lebih dari 8 bulan menyepi di Karesidenan Donnersberg (Donnersbergkreis), akhirnya Jumat kemarin adalah hari terakhir saya secara resmi di BorgWarner. Dan perjalanan bis Kirchheimbolanden-Rockenhausen seperti sebuah kepulangan dari medan perang. Era baru segera dimulai. Tapi di lubuk, ada sebersit kerinduan. Rutinitas yang ternyata memberikan warna. Saat ia ditinggalkan, warnanya pun merekah.

Setiap pagi, kereta menuju Bingen pukul 06.06, 40 menit turun di Rockenhausen, dijemput supir bus 901 yang keturunan Rusia. Ke arah Weierhof, lewat Ruppertsecken (kesukaanku!), 55 menit turun di Marnheimerstrasse. Lalu ngantor. 12.30 pause ke Masjid Turki, ishoma. Lalu ngantor lagi. 17.16 bus pulang sudah menunggu. Di Rockenhausen ambil kereta 17.55. Sampai di KL 18.34, teng! setiap hari. Hari yang disuka: Senin dan Rabu.

Ke Karlsruhe disambut salju deras sepanjang perjalanan kereta. Hauptbahnhof Karlsruhe; tak ada yang berubah selain putih dan curahan salju. Koperku lumayan berat ditambah beban tas besar di punggung. Kuambil S-Bahn ke arah Marktplatz, lalu pindah ke S-Bahn arah Durlacher Tor.

Disambut Hafid, Ustman, Ardhi, Dio, segelas teh hangat, dan indomie+sosis di kost-kostan Ludwig-Wilhelm-Strasse. Serasa kongkow-kongkow di Bandung. Masa yang sudah lewat sekitar lima tahun yang lalu. Lalu obrolan tentang umur: ternyata saya sudah tua! Lalu apa yang kudapat selama hampir 28 tahun malang melintang di dunia Kang Ow? Beberapa jam lagi tahun berganti, lalu apa yang sudah aku lakukan di 2005? Terjebak pada kekinian membuat waktu terasa melambat. Tapi kalau menengok ke belakang, ia terlihat melesat cepat. Ternyata yang terlihat kesia-siaan di sana-sini.

23:35. Bus dari Durlacher-Tor ke Waldstadt. Seorang backpacker melempar senyum, mungkin karena aku juga terlihat seperti backpacker. Tapi tak ada obrolan. Turun dari bus dan bergegas ke Insterburger melawan deras salju. Menuju tumpangan berikutnya: Kamar Ario.

Terima kasih khusus untuk Apri (dan Ika), yang kamarnya jadi tumpangan juga dan segenap anak-anak KL.

Catatan: ini tulisan katarsis!

13 December 2005

Dipaksa libur

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Jermania, pukul 13:09

Saya dipaksa libur. Harus cuti. Katanya, cuti saya tahun ini belum diambil, makanya bagian personalia mencak-mencak: Pokoknya sampai akhir tahun, semua cuti pekerja harus sudah diambil!

Peraturan disini mengharuskan pekerja wajib mengambil cutinya. Kalau tidak, maka yang bersangkutan tidak mendapat uang cuti (Urlaubsgeld). Tapi saya kan cuma magang saja. Apa saya benar-benar dapat cuti?

Yup, ternyata benar. Selama 7 bulan lebih magang, saya berhak cuti selama 15 hari. Wow, lumayan. Tapi sambil tersenyum saya bilang: Ich brauch’ keinen Urlaub (saya tidak butuh cuti). Ich werde Ihnen meine Urlaubszeit verschenken (saya hadiahkan waktu cuti saya untuk Anda). Sekretaris itu pun tertawa. Wah, baru kali ini, katanya, ada yang menghadiahkan waktu cuti.

Terang saja. Saya harus menyelesaikan laporan thesis hingga akhir bulan ini. Mana sempat memikirkan Urlaub. Dan ternyata, selidik punya selidik, saya tidak akan mendapat Urlaubsgeld karena status Diplomand saya. Wah, nasib… sudahlah gaji tiap bulan dipotong pajak hingga 100 €, ternyata Urlaubsgeld buat Diplomand hanya kabar bohong.

26 November 2005

Karlsruhe: 2 tahun yang lalu (Habis)

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 08:08

«« cerita sebelumnya

Teriakan itu terdengar bergema sekali. Mungkin karena suasana saat itu begitu lengang. Ia berpikir, persis seperti yang didengar dalam film-film. Biasanya film menggambarkan kejadian ini juga dengan teriakan-teriakan yang kadang-kadang ga masuk akal.

A, emang sakit banget ya, kok sampe teriak-teriak gitu?”

Entahlah, de. Aku juga kan belum dan memang ga akan pernah merasakan, batinnya. Hati kecilnya menyesalkan suara dari kamar bersalin sebelah yang terdengar hingga kemari. Lalu berusaha tersenyum.

“Pokoknya ade banyak berdoa aja. Kalau ngerasa sakit banget, keluarin dengan dzikir. Nyebut Allah, atau istighfar, atau dzikir apa aja deh. Ya sayang?” Baca lanjutannya…

17 November 2005

I am .mp3

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Fiksi, pukul 11:08

You are .mp3 The kids love you.  You get along with just about everybody except the music industry.  You really make yourself heard.
Which File Extension are You?

If I am .mp3, do I belong to Fraunhofer Institute? :)

16 November 2005

Karlsruhe: 2 tahun yang lalu (Bagian 2)

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 13:01

«« cerita sebelumnya

Lelaki muda memandangi istrinya yang tertidur. Kening yang berkerut menandakan tidur tak menjadikan jiwanya ikut beristirahat. Baru beberapa saat saja sang istri bisa terlelap. Peralatan pendeteksi masih terpasang. Atas saran suster, dipasang pula infus induksi (pemicu) pembukaan. Lelaki ini paham, induksi sama artinya meningkatkan kontraksi. Dan meningkatkan kontraksi menghasilkan rasa sakit yang lebih. Tapi ia tak punya jalan selain menuruti nasihat suster.

Saat suster memasangkan jarum infus, sang lelaki merasakan kegugupan. Pikirnya: apakah dia mahasiswa perawat? Ia ingat, beberapa temannya ada yang kuliah di Akademi Perawat. Mereka selalu berbagi cerita tentang tugas jaga di rumah sakit. Kejadian-kejadian yang konyol. Kesalahan-kesalahan. Atau segala macam konflik antara dokter dengan suster dan suster dengan calon suster. Baca lanjutannya…

15 November 2005

Karlsruhe: 2 tahun yang lalu (Bagian 1)

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 14:49

“Es ist noch weit. Wahrscheinlich noch eins oder zwei Wochen. Aber trotzdem gebe ich Ihnen eine Überweisung für das Krankenhaus.”

(Masih jauh kok. Kemungkinan besar, masih satu atau dua pekan lagi. Tapi walaupun begitu, saya beri Anda surat rujuk untuk rumah sakit.)

Dokter Jutta Ohlenbusch menyerahkan selembar kertas, lalu setelah mengucap Tschüss, pasangan muda itu berjalan keluar dari klinik dan menyusuri Ettlingerstraße.

Angin musim dingin terasa menusuk. Hari itu matahari tidak kelihatan dan membuat suasana tampak samar. Jika tidak melihat jam, maka sulit menentukan apakah saat itu pagi, siang atau sore. Tak ada bedanya. Tapi suasana hati pasangan muda ini menghangat. Gugup, gembira, takut dan segala macam rasa bercampur menjadi satu. Berjalannya waktu semakin membuat berbagai rasa itu hadir. Hati lelaki berkaca-mata membisik sebuah doa, sembari ia menggenggam jemari kekasihnya yang terasa membeku. Baca lanjutannya…