blogué :: blog-é wông gragé

11 July 2008

Bebaskan Pak Ahmad Zarkasi

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Indonesiana, pukul 08:23

Pak Ahmad Zarkasi, ketua DPRD Kota Bengkulu asal PKS dipenjara dengan tuduhan pencemaran nama baik Walikota Bengkulu Chalik Effendi. Setelah Ahmad Zarkasi mengungkap dugaan korupsi Chalik Effendi dalam proyek pengadaan buku Diknas, ia justru diperkarakan ke pengadilan. Untuk kasus dugaan korupsinya sendiri tidak dilanjutkan dengan penyelidikan.

Mari berikan dukungan kepada beliau. Bebaskan Pak Ahmad Zarkasi. Usut dugaan korupsi Chalik Effendi!

Bebaskan Ahmad Zarkasi
Foto dari Jawapos

9 November 2007

Megawati, Laksamana Sukardi dan Kapal Tanker

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Indonesiana, pukul 01:28

Lagi, penjualan aset negara pada saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Laksamana Sukardi ngotot bahwa penjualan dua kapal tanker Pertamina yang merugikan negara 20 juta dollar AS (Hahhh??) telah disetujui dan atas sepengetahuan Presiden pada waktu itu, yaitu Megawati Soekarnoputri. Sementara Megawati, lewat Sekjen PDIP Pramono Anung, membantah pengakuan Laksamana Sukardi tersebut. Menurut Pramono, Megawati saat itu telah menolak penjualan dua kapal tanker itu yang belum disetujui oleh Menteri Keuangan Boediono.

Bagi orang yang waras, ada dua hal yang bisa kita tarik dari kasus ini. Pertama, TIDAK MUNGKIN skandal sebesar itu terjadi tanpa sepengetahuan Presiden. Apalagi semua orang tahu bahwa memang pada waktu itu, Laksamana Sukardi sebagai Menteri BUMN diberi wewenang untuk jualan aset-aset negara oleh Presiden, seperti penjualan Indosat kepada Singapura yang sangat kita sesalkan. Pertamina adalah BUMN yang harusnya mendapat perhatian besar dari seorang presiden karena termasuk industri strategis yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Kedua, kalaupun misalnya presiden (pura-pura?) tidak mengetahui penjualan tsb, maka kecakapan presiden dalam memimpin negara sangat-sangat perlu dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang kepala pemerintahan tidak mengetahui sebuah kebijakan menterinya yang bisa dibilang sangat krusial. Dan kalau presiden saat itu menolak atau tidak menyetujui kebijakan tsb (artinya, kalau menolak, presiden memang mengetahui soal ini), kenapa masih saja tetap terjadi? Lagi-lagi kecakapan presiden dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang Menteri tetap bisa mbalelo terhadap perintah atasannya yang tidak setuju. Jika saat itu presiden menolak tetapi tidak mengambil tindakan apa-apa untuk mencegah terjadinya penjualan dua kapal tanker itu, maka sikap presiden ini sama saja dengan menyetujui, tetapi dengan malu-malu.

23 March 2006

Petisi Mendukung RUU APP

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Islam kita, Indonesiana, pukul 09:58

Suara Anda dibutuhkan. Silahkan bubuhkan dukungan anda di:

http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?ruuappri&1

Bagi yang belum membaca RUU APP, sila lihat di:

http://www.lbh-apik.or.id/ruu-pornografi.htm

penjelasannya di sini:

http://www.lbh-apik.or.id/ruu-porno-penjelasan.htm

atau bisa juga ke sini:
http://www.dpr.go.id/download/Rancangan%20UU/ruu_ttg_anti_pornografi_dan_pornoaksi.pdf

10 October 2005

Si Gadis Besi bakal jadi Kanselir Jerman

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Jermania, pukul 11:43

Teka-teki siapa yang akan mengisi jabatan kanselir (perdana menteri) Jerman akhirnya terjawab sudah. Setelah tarik menarik antara dua kubu bebuyutan CDU/CSU(Partai Kristen Demokratik/Partai Sosial Kristen) dengan SPD (Partai Sosial Demokrat) yang pada pemilu kali ini keduanya memperoleh suara hasil yang cukup berimbang, jalan menuju koalisi besar (große Koalition) antara kedua partai dapat dipastikan bakal terwujud.

Sebelumnya, CDU/CSU dan SPD yang sama-sama ngotot menginginkan jabatan kanselir seperti menutup peluang koalisi besar. Namun realitas politik tidak adanya mayoritas dalam hasil pemilu membuat pilihan koalisi besar tetap diperhitungkan. Hasil pemilu menunjukkan SPD 34,2% (222 kursi), Partai Hijau (Grüne) 8,1 % (51 kursi), Partai Kiri PDS (Die Linke.PDS) 8,7% (54 kursi), FDP 9,8% (61%), CDU/CSU 35,2% (226 kursi). Baca lanjutannya…