blogué :: blog-é wông gragé

30 March 2008

Kompor Induksi

Oleh wông gragé, terarsip di Sains/Teknologi, Jermania, pukul 17:27

Saya baru saja membaca Priyadi yang menulis soal kompor induksi. Kompor ini mulai dikenal tahun 1980-an, atau sekitar 150 tahun sejak Faraday mengemukakan hukum induksi Faraday. Saya termasuk yang sangat familiar menggunakan kompor yang prinsip dasarnya sangat sederhana, yaitu dengan memanfaatkan arus eddy untuk menghasilkan panas pada lapisan ferromagnetik dari alas peralatan masak yang dipakai. Sudah lebih dari dua tahun setengah saya menggunakan kompor jenis ini.

Pada bagian bawah lapisan keramik-gelas dari kompor terdapat kumparan induksi yang dicatu dengan arus bolak balik. Arus bolak-balik ini telah dikonversi ke frekuensi yang lebih tinggi untuk menimbulkan medan magnet dengan frekuensi sekitar 25 sampai 50 kHz atau 100 sampai 400 kHz. Baca lanjutannya…

24 March 2008

Schwalbe

Oleh wông gragé, terarsip di Jermania, pukul 17:34

Schwalbe! So sagt man auf Deutsch (Schwalbe, gitu dalam bahasa Jerman). Nyelam atau diving. Sebuah keterampilan (baca: noda) dalam sebuah pertandingan sepakbola. Wasit kadang disalahkan karena tidak bisa menangkap jelas akting sang pemain. Tapi, wasit juga manusia biasa, yang kadang tidak mampu membedakan mana “Schwalbe” dan mana pelanggaran, terlebih lagi jika dilakukan oleh aktor-aktor Schwalbe papan atas seperti pemain-pemain Italia (ups, ini bukan rahasia lagi) atau Portugal (yang memang diisi pemain-pemain yang jago Schwalbe). Beruntung FIFA menjatuhkan pilihan pemain muda terbaik dalam Piala Dunia 2006 dua tahun silam pada Lukas Podolski, dan bukan Christiano Ronaldo.

Nama yang terakhir disebut memang punya keterampilan dribbling dan shooting yang hebat. Tapi kelakuannya sering tidak fair, seperti provokasi kepada wasit yang menyebabkan Wayne Rooney langsung mendapat hadiah kartu merah atau gaya terjun di antara dua pemain lawan.

Kembali ke topik Schwalbe dan Italia, sebegitu dekatnya image Schwalbe dan Italia di Jerman, hingga dalam sebuah toko peralatan olahraga di pusat kota Karlsruhe, dijual kaos suporter Italia (berwarna biru langit, tentu saja) dengan tulisan besar di depan dadanya: Schwalbe. Sebagai suporter Italia, seorang kawan saya tentu saja langsung membelinya (Hehehe… ngaku aja deh ji!)

-gag tau kok ujug-ujug pengen nulis soal Schwalbe-

13 December 2005

Dipaksa libur

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Jermania, pukul 13:09

Saya dipaksa libur. Harus cuti. Katanya, cuti saya tahun ini belum diambil, makanya bagian personalia mencak-mencak: Pokoknya sampai akhir tahun, semua cuti pekerja harus sudah diambil!

Peraturan disini mengharuskan pekerja wajib mengambil cutinya. Kalau tidak, maka yang bersangkutan tidak mendapat uang cuti (Urlaubsgeld). Tapi saya kan cuma magang saja. Apa saya benar-benar dapat cuti?

Yup, ternyata benar. Selama 7 bulan lebih magang, saya berhak cuti selama 15 hari. Wow, lumayan. Tapi sambil tersenyum saya bilang: Ich brauch’ keinen Urlaub (saya tidak butuh cuti). Ich werde Ihnen meine Urlaubszeit verschenken (saya hadiahkan waktu cuti saya untuk Anda). Sekretaris itu pun tertawa. Wah, baru kali ini, katanya, ada yang menghadiahkan waktu cuti.

Terang saja. Saya harus menyelesaikan laporan thesis hingga akhir bulan ini. Mana sempat memikirkan Urlaub. Dan ternyata, selidik punya selidik, saya tidak akan mendapat Urlaubsgeld karena status Diplomand saya. Wah, nasib… sudahlah gaji tiap bulan dipotong pajak hingga 100 €, ternyata Urlaubsgeld buat Diplomand hanya kabar bohong.

11 November 2005

Tahun 2007: Harga-harga bakal naik

Oleh wông gragé, terarsip di Jermania, pukul 07:58

Setelah kenaikan harga yang lumayan besar saat perubahan DM ke Euro di awal tahun 2002 yang lalu, awal tahun 2007 nanti harga-harga diperkirakan akan kembali naik. Apa pasal? Baca lanjutannya…

31 October 2005

Time Travel

Oleh wông gragé, terarsip di Jermania, pukul 08:18

Kamu pernah bepergian ke masa lalu atau ke masa depan?

Empat tahun yang lalu saat bulan pertama di Jerman, saya dan rombongan Erfurter jalan-jalan ke Emden. Malam harinya, kami menginap di kost-an Mas Imam von Emden (Mas, sekarang dikau dimana?). Malam hari seperti biasa, panggilan alam membuat saya terbangun. Kulihat jam di dinding: pukul 2 pagi tepat! Setelah itu saya kembali menarik selimut. Tak berapa lama, saya kembali terbangun. Kulirik jam: pukul 2 tepat! Ya Allah…, apa saya salah liat? Tapi memang benar, ini (lagi-lagi) pukul 2 pagi dan dalam tidur, saya melakukan time travel! Baca lanjutannya…

25 October 2005

Ich bin Muslim

Oleh wông gragé, terarsip di Islam kita, Jermania, pukul 13:51

Siang tadi, seperti biasa saya pergi untuk sholat dzuhur di masjid Turki kurang lebih 10 menit dari perusahaan tempat saya magang. Di pintu masjid saya dihadang oleh tiga anak turki kecil. Mungkin usianya sekitar 5 sampai 6 tahun-an.

“Was moechten Sie?”, tanya salah satu dari mereka (”Anda mau apa?”).
“Ich moechte beten.” (saya mau sholat).
“Turkishe beten?” seorang anak menyahut agak pelan (”sholat turki?”).
Seorang lagi berkata: “Sind sie Turkish?” (”Anda orang turki?” -tapi saya seperti ditanya: “memangnya Anda orang Turki?”)
“Nein, aber ich bin Muslim.” (”bukan, tapi saya seorang muslim.”) Baca lanjutannya…

19 October 2005

Jalan-jalan di Hessen?

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Jermania, pukul 13:30

Seorang kakak kelas Smanda-grage yang sedang training di Hanau meminta saya jadi pemandu untuk jalan-jalan. Ia hanya punya waktu satu hari (22/10/2005) dan harus sudah naik pesawat pesawat jam 10 malam dihari yang sama. Karena dia sudah pernah mengunjungi Heidelberg, jadi kota ini tidak masuk dalam pilihan. Tadinya mau saya ajak ke Kassel yang terkenal dengan Herkules-nya. Tapi kayaknya ga mungkin. Dengan modal tiket akhir pekan ataupun tiket negara bagian Hessen butuh waktu 5-6 jam dari Kaiserlautern sampe Kassel. Belum lagi urusan ke bandara. Jadi kemana dong? Baca lanjutannya…

10 October 2005

Si Gadis Besi bakal jadi Kanselir Jerman

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Jermania, pukul 11:43

Teka-teki siapa yang akan mengisi jabatan kanselir (perdana menteri) Jerman akhirnya terjawab sudah. Setelah tarik menarik antara dua kubu bebuyutan CDU/CSU(Partai Kristen Demokratik/Partai Sosial Kristen) dengan SPD (Partai Sosial Demokrat) yang pada pemilu kali ini keduanya memperoleh suara hasil yang cukup berimbang, jalan menuju koalisi besar (große Koalition) antara kedua partai dapat dipastikan bakal terwujud.

Sebelumnya, CDU/CSU dan SPD yang sama-sama ngotot menginginkan jabatan kanselir seperti menutup peluang koalisi besar. Namun realitas politik tidak adanya mayoritas dalam hasil pemilu membuat pilihan koalisi besar tetap diperhitungkan. Hasil pemilu menunjukkan SPD 34,2% (222 kursi), Partai Hijau (Grüne) 8,1 % (51 kursi), Partai Kiri PDS (Die Linke.PDS) 8,7% (54 kursi), FDP 9,8% (61%), CDU/CSU 35,2% (226 kursi). Baca lanjutannya…