blogué :: blog-é wông gragé

30 March 2008

Kompor Induksi

Oleh wông gragé, terarsip di Sains/Teknologi, Jermania, pukul 17:27

Saya baru saja membaca Priyadi yang menulis soal kompor induksi. Kompor ini mulai dikenal tahun 1980-an, atau sekitar 150 tahun sejak Faraday mengemukakan hukum induksi Faraday. Saya termasuk yang sangat familiar menggunakan kompor yang prinsip dasarnya sangat sederhana, yaitu dengan memanfaatkan arus eddy untuk menghasilkan panas pada lapisan ferromagnetik dari alas peralatan masak yang dipakai. Sudah lebih dari dua tahun setengah saya menggunakan kompor jenis ini.

Pada bagian bawah lapisan keramik-gelas dari kompor terdapat kumparan induksi yang dicatu dengan arus bolak balik. Arus bolak-balik ini telah dikonversi ke frekuensi yang lebih tinggi untuk menimbulkan medan magnet dengan frekuensi sekitar 25 sampai 50 kHz atau 100 sampai 400 kHz. Efek pemanasan tidak terjadi jika tidak ada penghantar panas di atas kompor. Tapi jika kita letakkan peralatan masak dengan bahan ferromagnetik di alasnya, maka medan magnet yang berubah-ubah dengan frekuensi tinggi dari kompor menimbulkan arus induksi (arus eddy) pada peralatan masak kita yang pada gilirannya menghasilkan panas (pemanasan Joule).

Setidaknya ada beberapa keuntungan mengunakan kompor jenis ini:

  1. Waktu masak yang lebih cepat dibanding kompor listrik lainnya, dan juga bisa dikatakan lebih cepat dari kompor gas.
  2. Permukaan kompor relatif tidak sepanas kompor gas ataupun listrik biasa, karena pemanasannya hanya akibat pemanasan sekunder dari peralatan masak yang sedang dipakai di atas kompor. Setelah kompor dimatikan, permukaan keramik dari kompor lebih cepat dingin dibanding dengan kompor listrik di mana permukaan keramik atau logam membutuhkan waktu lama hingga menjadi dingin karena mengalami pemanasan primer
  3. Respon yang cepat jika kita ingin mengatur tinggi rendahnya pemanasan, seperti halnya pada kompor gas. Hal ini tidak mungkin bisa dilakukan pada kompor listrik biasa
  4. Berkurangnya rugi-rugi perpindahan energi, semisal rugi-rugi konveksi pada kompor gas, atau rugi-rugi konduksi pada kompor listrik. Hal ini tentu saja jika kopling medan magnet dengan alas peralatan masak terjadi secara optimal

Kerugian menggunakan kompor jenis ini:

  1. Meskipun arus eddy dapat terjadi pada semua logam (penghantar arus), biasanya kita dianjurkan mengganti semua peralatan masak dengan yang dilengkapi lapisan ferromagnetik pada bagian alasnya untuk mendapatkan efek induksi yang optimal dan untuk alasan keamanan. Lilitan dalam kompor memancarkan medan magnet ke segala arah. Dengan menggunakan peralatan masak beralas ferromagnetik, medan magnet akan dituntun mengarah pada bahan ferromagnetik. Dengan demikian, medan magnet yang lepas keluar dari kompor akan dimimalisasi, yang artinya efek arus eddy terjadi lebih sempurna. Kita juga tidak bisa lagi menggunakan panci dari kaca atau bahan non-logam lainnya. Di Jerman, peralatan masak untuk kompor induksi biasanya diberi tanda khusus.
  2. Kompor ini tidak dianjurkan bagi pengguna alat pacu jantung, karena kompor ini bekerja pada medan magnet yang cukup kuat sehingga dapat merusak atau mengganggu alat pacu jantung. Keterangan ini biasa ditemukan ketika kita membeli kompor induksi. Tentu saja, efek medan magnetnya akan lebih membahayakan apabila pengguna tidak memakai peralatan masak beralas ferromagnetik.

Bahan bacaan:
[1] Funktionsweise eines Induktions-Herdes
[2] Induktionsherd

1 Komentar »

URI untuk lacak-balik entri ini:
http://tsonjaya.blogsome.com/2008/03/30/kompor-induksi/trackback/

  1. Comment oleh Azmee — 7 July 2008 @ 02:56

    terima kasih atas artikelnya yang lengkap dan kaya referensi
    keep up the good blog :)

RSS feed untuk komentar yang ada disini.

Tulis komentar

Alamat e-mail tidak akan ditampilkan. Skrip HTML yang dibolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>