blogué :: blog-é wông gragé

16 January 2006

Katakan: TIDAK Untuk Playboy Indonesia!

Oleh wông gragé, terarsip di Indonesiana, pukul 09:05

Berita ini cukup mengejutkan saya. Setelah kejutan sebelumnya saat seorang gadis asal solo ‘berani’ difoto majalah (pria?) ‘terkenal’ ini. Kedzaliman sudah semakin berani maju ke hadapan, dan orang-orang sudah tidak malu-malu lagi, baik mempertontonkan pornografi maupun memuja pornografi. Atas nama kebebasan berekspresi, norma-norma dilabrak. Tak ada yang tak mungkin bagi penganut ideologi kebebasan mutlak.

Memang, saat ini pun di Indonesia sudah banyak tabloid-tabloid ataupun majalah-majalah kacangan yang hanya menjual tubuh perempuan dan syahwat. Seolah-olah, perempuan hanya dihargai tubuh dan lelaki hanya dikonotasikan dengan syahwat. Lalu orang-orang yang mengkritik soal ini mereka sebut munafik (mereka tentu tak memahami makna munafik) atau dicap tak menghargai kebebasan berekspresi. Yang menyebut itu pornografi dikatakan bahwa otaknya ngeres karena tidak mampu membedakan seni dan pornografi. Sungguh, syaithan memang sudah mengaburkan dan membuat manusia memandang baik perbuatan buruknya. Atas nama seni, semua bebas dilakukan.

Rencana kemunculan majalah playboy tentu tidak lebih dari sekadar hitung-hitungan bisnis. Bahkan, saya baca dalam sebuah surat kabar: kemunculan majalah ini, karena kebutuhan masyarakat! Lalu dengan ‘bangga’, disebutkan bahwa Indonesia menjadi negara di Asia kedua setelah Jepang yang menerbitkan edisi majalah porno ini. Sudahlah di negeri kita hanya sedikit majalah-majalah yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan, kini kita diancam oleh kemunculan majalah kotor di bulan Maret mendatang.

Katakan: TIDAK untuk Playboy Indonesia! Ini negara demokrasi bung! Suara kita (seharusnya) dihargai. Semakin banyak penolakan terhadap kemunculan majalah ini, maka secara teoritis kita bisa menghentikan rencana ini.

8 January 2006

Gerak Brown

Oleh wông gragé, terarsip di Uncategorized, pukul 22:10

Aku terlempar,
ke sudut keheningan
di antara hingar-bingar.

Kudengar desahku
detakku
Kurasa aliran darahku

Keadaan yang tak sama
tanpa otakku
Pikiran hanya lecutan-lecutan
Berpola acak, tapi seirama

4 January 2006

Bakat dan Psikologi Positif

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 10:33

Talent, lying in the understanding, is often inherited; genius, being the action of reason or imagination, rarely or never (Samuel Taylor Coleridge 1772 - 1834)

Saya baru saja mengisi tes pemetaan bakat/talent mapping (versi Beta) dari Abah Rama. Menurut beliau, tes ini masih dalam pengembangan. Mudah-mudahan segera bisa diluncurkan, sehingga Anda bisa ikut menikmatinya. Tentu saja, bakat di sini tidak ada hubungannya dengan ramalan bintang ataupun garis tangan. :)

Bagi saya, orang cerdas adalah orang yang mampu mendayagunakan bakatnya. Untuk mampu mendayagunakan bakat, seseorang harus tahu dulu apa bakatnya. Samuel Taylor Coleridge, seorang penyair dan filosof Inggris, mengatakan bahwa bakat adalah persoalan memahami.

Kalau kita mengambil kata talent untuk menjelaskan kata bakat, maka ia memiliki makna kemampuan khusus, kecakapan atau gift dari seseorang. Atau dari wiktionary kita mendapatkan pengertian: the potential or factual ability to perform a skill better than most people. Kata talent sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani “Τάλαντο” yang berarti seimbang atau bobot. Baca lanjutannya…

3 January 2006

Syaamil Al-Qurʿan & Pedoman Transliterasi Arab-Latin

Oleh wông gragé, terarsip di Islam kita, pukul 11:24

Saya baru saja menerima Syaamil Al-Qurʿan dari kang Deny. Sebenarnya sudah lama Al-Qurʿan cetakan Penerbit Syaamil (penerbit terbaik tahun 2003) ‘dikirim’ lewat teman oleh beliau, tapi baru bisa saya terima karena saya baru bisa ke Karlsruhe.

Pada Al-Qurʿan cetakan ini, digunakan khat (teks arab) dari madinah, dengan tanda baca yang disesuaikan dengan aturan Departemen Agama, misalnya pada nun mati yang diharuskan menggunakan tanda sukun dan juga pada kata Allah menggunakan tanda baca fathah tegak. Pada kata pengantar juga dijelaskan bahwa telah dilakukan revisi terhadap terjemahan Depag pada surat Al-Baqarah ayat 102 oleh ustadz ʿAbdul ʿAziz ʿAbdul Raʿuf Al-Hafiẓ setelah melalui kajian secara mendalam.

Hal yang menarik lainnya adalah, Syaamil Al-Quran melampirkan 3 hal yang menurut saya sangat berguna bagi kita:

  • Al-Maʾṡurat dan Do’a Rabiṭah
  • Do’a Sujud Tilawah dan Tanda-tanda Waqaf
  • Pedoman Transliterasi Arab-Latin
Yang terakhir disebut adalah pedoman yang berlandaskan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor 158 tahun 1987 - Nomor: 0543 b/u/1987. Berikut saya rangkumkan isi pedoman tersebut.

I. Konsonan

  • ا = tidak dilambangkan
  • ب = b B
  • ت = t T
  • ث = ṡ Ṡ (huruf s dengan titik di atasnya)
  • ج = j J
  • ح = ḥ Ḥ (huruf h dengan titik di bawahnya)
  • خ = kh Kh
  • د = d D
  • ذ = ż Ż (huruf z dengan titik di atasnya)
  • ر = r R
  • ز = z Z
  • س = s S
  • ش = sy Sy
  • ص = ṣ Ṣ (huruf s dengan titik di bawahnya)
  • ض = Ḍ ḍ (huruf d dengan titik di bawahnya)
  • ط = ṭ Ṭ (huruf t dengan titik di bawahnya)
  • ظ = ẓ Ẓ (huruf z dengan titik di bawahnya)
  • ع = ʿ (voiced pharyngeal fricative)
  • غ = g G
  • ف = f F
  • ق = q Q
  • ك = k K
  • ل = l L
  • م = m M
  • ن = n N
  • ھ = h H
  • و = w W
  • ء = ʾ (glottal stop)
  • ى = y Y

II. Vokal pendek
ﻴﺫْﻫب = yażhabu

III. Vokal panjang
ﻴَﻘُﻮْﻝُ = yaqūlu (vokal panjang ditunjukkan oleh garis di atas huruf)

IV. Diftong
اَﻱْ = ai
اَﻭْ = au

Catatan:
Keterangan dalam tanda kurung di atas adalah tambahan dari saya. Penggunaan tanda titik di atas huruf s dan di bawah huruf-huruf h, s, d, t, z - yang menggunakan unicode - tidak bisa ditampilkan dengan benar oleh sebagian besar browser alias posisi titik menjadi disebelah kanan dari huruf.