blogué :: blog-é wông gragé

11 July 2008

Bebaskan Pak Ahmad Zarkasi

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Indonesiana, pukul 08:23

Pak Ahmad Zarkasi, ketua DPRD Kota Bengkulu asal PKS dipenjara dengan tuduhan pencemaran nama baik Walikota Bengkulu Chalik Effendi. Setelah Ahmad Zarkasi mengungkap dugaan korupsi Chalik Effendi dalam proyek pengadaan buku Diknas, ia justru diperkarakan ke pengadilan. Untuk kasus dugaan korupsinya sendiri tidak dilanjutkan dengan penyelidikan.

Mari berikan dukungan kepada beliau. Bebaskan Pak Ahmad Zarkasi. Usut dugaan korupsi Chalik Effendi!

Bebaskan Ahmad Zarkasi
Foto dari Jawapos

15 April 2008

Ditelepon Batur Lawas

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, Cerbonan, pukul 14:15

sing_buriNembé baé batur lawas kita nelepon sing Batam. Arané Ahmad Jamal. Bari gemuya-gemuyu tak jawab telepon sing déwéké, sabab kita bli nyangka bakalan ditelepon. Awité sih ning milis Smanda Gragé déwéké nakon nomer telepon. Kontan baé tak jawab. Wis suwe pisan kita langka kontak.

“Ente mendi bae?” takon deweke. “Wis pragat tah master-é?”. Jamal wis duwé bocah loro. Wis dadi wong sukses. Terus tak inget-inget, wis suwé pisan. Ana patang taunan langka kabaré. Terakhir déwéké dolan ning Cipto. Kita gé wis suwé bli ngomong cerbonan. Rada kagok, tapi nyenengaken. Wis ah, angel nyritaaken obrolan mau. Ari nulis mengkenenan, jadi inget jogrégan-é Lamsijan ning PR-Edisi Cirebon. Mendi parané sekiyen ya? Wis wassalaam tah? Atanapi masih ana?

Boca-boca Ansadela 1993-1994, pada mendi kabeh?

nb. Foto kita sing buri lagi nerima telepon

30 March 2008

Kompor Induksi

Oleh wông gragé, terarsip di Sains/Teknologi, Jermania, pukul 17:27

Saya baru saja membaca Priyadi yang menulis soal kompor induksi. Kompor ini mulai dikenal tahun 1980-an, atau sekitar 150 tahun sejak Faraday mengemukakan hukum induksi Faraday. Saya termasuk yang sangat familiar menggunakan kompor yang prinsip dasarnya sangat sederhana, yaitu dengan memanfaatkan arus eddy untuk menghasilkan panas pada lapisan ferromagnetik dari alas peralatan masak yang dipakai. Sudah lebih dari dua tahun setengah saya menggunakan kompor jenis ini.

Pada bagian bawah lapisan keramik-gelas dari kompor terdapat kumparan induksi yang dicatu dengan arus bolak balik. Arus bolak-balik ini telah dikonversi ke frekuensi yang lebih tinggi untuk menimbulkan medan magnet dengan frekuensi sekitar 25 sampai 50 kHz atau 100 sampai 400 kHz. Baca lanjutannya…

24 March 2008

Schwalbe

Oleh wông gragé, terarsip di Jermania, pukul 17:34

Schwalbe! So sagt man auf Deutsch (Schwalbe, gitu dalam bahasa Jerman). Nyelam atau diving. Sebuah keterampilan (baca: noda) dalam sebuah pertandingan sepakbola. Wasit kadang disalahkan karena tidak bisa menangkap jelas akting sang pemain. Tapi, wasit juga manusia biasa, yang kadang tidak mampu membedakan mana “Schwalbe” dan mana pelanggaran, terlebih lagi jika dilakukan oleh aktor-aktor Schwalbe papan atas seperti pemain-pemain Italia (ups, ini bukan rahasia lagi) atau Portugal (yang memang diisi pemain-pemain yang jago Schwalbe). Beruntung FIFA menjatuhkan pilihan pemain muda terbaik dalam Piala Dunia 2006 dua tahun silam pada Lukas Podolski, dan bukan Christiano Ronaldo.

Nama yang terakhir disebut memang punya keterampilan dribbling dan shooting yang hebat. Tapi kelakuannya sering tidak fair, seperti provokasi kepada wasit yang menyebabkan Wayne Rooney langsung mendapat hadiah kartu merah atau gaya terjun di antara dua pemain lawan.

Kembali ke topik Schwalbe dan Italia, sebegitu dekatnya image Schwalbe dan Italia di Jerman, hingga dalam sebuah toko peralatan olahraga di pusat kota Karlsruhe, dijual kaos suporter Italia (berwarna biru langit, tentu saja) dengan tulisan besar di depan dadanya: Schwalbe. Sebagai suporter Italia, seorang kawan saya tentu saja langsung membelinya (Hehehe… ngaku aja deh ji!)

-gag tau kok ujug-ujug pengen nulis soal Schwalbe-

20 March 2008

Distal Phalanx

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 20:27

Sejak Jum’at pekan yang lalu saya sangat ingin membeli gitar. Sudah sibuk mencari dan membanding-bandingkan harga dalam tiga hari berikutnya . Berlama-lama di Musik Schlaile dan hampir saja membeli sebuah gitar elektro-akustik di Zupfgeige, namun akhirnya diputuskan, saya akan memesan sebuah Ibanez dari toko alat musik online besok pagi.

Keesokan harinya saya mengalami musibah yang membuat patah ruas tulang distal pada jari tengah tangan kiri. Kecerobohan di tempat kerja. Dan dokter memperkirakan jenis fraktur seperti ini sembuh dalam tiga minggu. Keinginan membeli gitar pun serta merta hilang. Setidaknya mungkin dalam tiga minggu, sebab distal phalanges menjadi salah satu bagian terpenting jika ingin bermain gitar.


Röntgen 1 the finger

Maaf, gambar kedua bukan the finger.

8 March 2008

Perfect Circle

Oleh wông gragé, terarsip di Budaya, pukul 12:12

A song by Katie Melua, which is right now always ringing in my head. If you want to play on guitar, the chords are really easy.

Am                  C
A mask is easily placed,
           G               F
On a betrayed and broken face.
    Am                  F
A disguise to hide the past,
                        G
When you mapped out my skin
                    F
and made the memories last.
Am                     C
Some things are never erased,
            G                     F
And I have run when I've been chased,
            Am             F
By recollections of you and me
                    G
falling off our homemade castle
     C                       G
And even when I'm walking straight
         Am             F
I always end up in a perfect circle.
      C                   G
Oh I try but I just can't wait,
    Am                F
To break out of this perfect circle.
      Dm                    Am
'Cos giving into old temptation,
     F                  G
Is like that common twitch.
       Dm                   Am
Oh the silly stupid realisation,
               F                 C
The more you scratch the more you itch.
	
Why am I fighting, what's it for,
Must let my mask drop to the floor.
My scars I shouldn't hide
from the people who are on my side,
Rolling up my sleeves to fight against,
All the things I locked up
and all the things I fenced.
But it's time to let it out
so we can build a brand new castle.
	
And even when I'm walking straight
I always end up in a perfect circle.
Oh I try but I just can't wait,
To break out of this perfect circle.
'Cos giving into old temptation,
Is like that common twitch.
Oh the silly stupid realisation,
The more you scratch the more you itch.
	
And even when I'm walking straight
I always end up in a perfect circle.
Oh I try but I just can't wait,
To break out of this perfect circle.
'Cos giving into old temptation,
Is like that common twitch.
Oh the silly stupid realisation,
The more you scratch the more you itch.

So, what are you thinking while singing it?

4 March 2008

kepada T

Oleh wông gragé, terarsip di Pribadi, pukul 17:09

adikku tersayang
pergi menjemput mimpi di negeri seberang
membunuh setiap detik kesepian
nikmati asam manis kenyataan
hey! kita sudah di usia tiga puluh-an
ingat yang selalu mama katakan
menjaga kau siang dan malam

seperti hujan februari
di saat kau berhari jadi
ingatanku padamu lagi
jika kau harus kembali
melangkahlah sepenuh hati
ini bukan soal bakti pada ibu pertiwi
tapi dimana kau dapat membumi

kau masih adikku sayang
pulang lah pulang
hanya aku, si anak yang hilang

: masih dinginkah Karlsruhe-mu?

-puisi dari kakakku tersayang-

9 November 2007

Megawati, Laksamana Sukardi dan Kapal Tanker

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Indonesiana, pukul 01:28

Lagi, penjualan aset negara pada saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Laksamana Sukardi ngotot bahwa penjualan dua kapal tanker Pertamina yang merugikan negara 20 juta dollar AS (Hahhh??) telah disetujui dan atas sepengetahuan Presiden pada waktu itu, yaitu Megawati Soekarnoputri. Sementara Megawati, lewat Sekjen PDIP Pramono Anung, membantah pengakuan Laksamana Sukardi tersebut. Menurut Pramono, Megawati saat itu telah menolak penjualan dua kapal tanker itu yang belum disetujui oleh Menteri Keuangan Boediono.

Bagi orang yang waras, ada dua hal yang bisa kita tarik dari kasus ini. Pertama, TIDAK MUNGKIN skandal sebesar itu terjadi tanpa sepengetahuan Presiden. Apalagi semua orang tahu bahwa memang pada waktu itu, Laksamana Sukardi sebagai Menteri BUMN diberi wewenang untuk jualan aset-aset negara oleh Presiden, seperti penjualan Indosat kepada Singapura yang sangat kita sesalkan. Pertamina adalah BUMN yang harusnya mendapat perhatian besar dari seorang presiden karena termasuk industri strategis yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Kedua, kalaupun misalnya presiden (pura-pura?) tidak mengetahui penjualan tsb, maka kecakapan presiden dalam memimpin negara sangat-sangat perlu dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang kepala pemerintahan tidak mengetahui sebuah kebijakan menterinya yang bisa dibilang sangat krusial. Dan kalau presiden saat itu menolak atau tidak menyetujui kebijakan tsb (artinya, kalau menolak, presiden memang mengetahui soal ini), kenapa masih saja tetap terjadi? Lagi-lagi kecakapan presiden dipertanyakan. Bagaimana mungkin seorang Menteri tetap bisa mbalelo terhadap perintah atasannya yang tidak setuju. Jika saat itu presiden menolak tetapi tidak mengambil tindakan apa-apa untuk mencegah terjadinya penjualan dua kapal tanker itu, maka sikap presiden ini sama saja dengan menyetujui, tetapi dengan malu-malu.

23 March 2006

Petisi Mendukung RUU APP

Oleh wông gragé, terarsip di Politik, Islam kita, Indonesiana, pukul 09:58

Suara Anda dibutuhkan. Silahkan bubuhkan dukungan anda di:

http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?ruuappri&1

Bagi yang belum membaca RUU APP, sila lihat di:

http://www.lbh-apik.or.id/ruu-pornografi.htm

penjelasannya di sini:

http://www.lbh-apik.or.id/ruu-porno-penjelasan.htm

atau bisa juga ke sini:
http://www.dpr.go.id/download/Rancangan%20UU/ruu_ttg_anti_pornografi_dan_pornoaksi.pdf

16 March 2006

Sintren dan Lais

Oleh wông gragé, terarsip di Budaya, Cerbonan, pukul 13:01

sintrenSintrén adalah kesenian yang berasal dari daerah sepanjang pesisir pantura, seperti Cirebon, Indramayu dan Pekalongan. Makna Sintrén sendiri tidak diketahui secara pasti. Ada yang menyebut sintren kependekan dari “sinyo” (pemuda) “trennen” (berlatih). Ada juga yang mengatakan Sintrén berasal dari kata Sin (Sindir, artinya pertanyaan melalui syair yang perlu dipikirkan dan dicari jawabannya) dan Tetaren (yang artinya tari-tarian). Selain itu, ada juga yang menuturkan bahwa asal usul Sintrén adalah upacara pemanggilan ruh, karena dilihat dari tembang-tembang yang bernuansa magis (?) ditambah adegan kesurupan yang dialami seorang Sintrén dipimpin oleh seorang dalang (atau pawang) sebagai shaman atau dukun. Sedangkan Lais adalah seni yang serupa dengan Sintrén hanya saja lakonnya adalah seorang laki-laki.

Selebihnya, saya melihat ini hanya sebagai sebuah kesenian dengan trik tertentu. Saya sendiri pernah beberapa kali sewaktu SMA terlibat dalam pementasan Sintrén (baik sebagai dalang ataupun penembang, tapi belum pernah sebagai Sintrén :D ). Gugusdepan Pramuka di SMA 2 Cirebon (Smanda Gragé) memang secara rutin setiap tahun menampilkan kesenian ini di acara pementasan seni dalam rangka ulang tahun Ambalan Candra Dimuka - Candra Buana. Selain itu juga pernah digelar pertunjukkan Sintren (dan Lais) di RW kami dalam acara 17-agustusan. Baca lanjutannya…